ZAT DAN PERUBAHANNYA
Selasa, 27 Mei 2025
Selasa, 20 Mei 2025
zat dan perubahannya
KELOMPOK 6
- Nayla Ashyfa 23231071
- Yuri Ariani 23231095
Pendidikan IPA B 23
ZAT DAN PERUBAHANNYA
A. Wujud Zat dan Model Partikel
Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan dapat menempati sebuah ruang. Materi berdasarkan wujudnya dapat dikelompokkan menjadi zat padat, cair, dan gas.
Contoh zat padat adalah beberapa jenis logam, seperti besi, emas, dan seng. Air, minyak goreng, dan bensin merupakan contoh wujud cair.
Contoh zat berwujud gas adalah udara, asap, dan uap air. Asap rokok merupakan salah satu gas yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, kamu dilarang merokok. Merokok selain berbahaya bagi si perokok, juga berbahaya bagi orang lain yang berada di sekitar perokok, karena asap rokok akan terisap olehnya. Orang yang merokok disebut perokok aktif sedangkan orang lain yang berada di sekitar perokok disebut perokok pasif.
Contoh wujud zat yang sederhana dan mudah kamu pahami adalah air. Ketika dalam bentuk bongkahan es, maka es tersebut dikatakan dalam wujud padat. Tetapi, ketika dipanaskan es tersebut akan berubah kembali menjadi air. Air tersebut dikatakan dalam wujud cair. Ketika dipanaskan pada suhu 100°C, air akan berubah menjadi uap air. Uap air dikatakan dalam wujud gas.
SIMAKLAH VIDEO BERIKUT INI!!
Perbedaan sifat zat padat, cair, dan gas
Sifat | Zat padat | Zat cair | Zat gas |
Bentuk | Tetap | Mengikuti wadahnya | Mengikuti bentuk wadahnya |
Volume | Tetap | Tetap | Tergantung pada tempatnya |
Kompresibilitas (pemampatan) | Tidak dapat dimampatkan | Sulit untuk dimampatkan | Mudah dimampatkan |
Massa jenis | Umumnya mempunyai massa jenis besar | Mempunyai massa jenis sedang | Mempunyai massa jenis yang sangat kecil |
Kemudahan mengalir | Tidak mengalir | Dapat mengalir | Dapat mengalir |
B. Perubahan Wujud Zat
1. Mencair
Perubahan wujud benda padat menjadi cair disebut dengan mencair. Contoh dari perubahan wujud benda mencair yaitu saat memasak dengan mentega atau margarin. Mentega yang berbentuk padat akan mencair dan meleleh saat terkena panas dari penggorengan.
2. Membeku
Membeku merupakan perubahan wujud benda cair ke padat. Biasanya, perubahan wujud ini dapat ditemukan pada proses pembuatan es batu. Es batu awalnya merupakan air yang tak lain benda cair, lalu air tersebut dimasukkan ke dalam freezer dan menjalani proses pembekuan.
3. Menguap
Selanjutnya, perubahan wujud benda cair ke gas disebut dengan menguap. Contohnya saat kita memasak air dan kemudian air itu mendidih, maka muncul sedikit asap panas yang disebut dengan uap.
4. Mengembun
Perubahan wujud benda gas ke cair disebut dengan mengembun. Proses ini kerap ditemui saat air panas dituang ke dalam gelas lalu ditutup. Maka, akan terlihat butiran butiran air yang berasal dari minuman panas yang menguap. Uap minuman panas tersebut bergerak ke atas, ke tutup gelas yang semula dingin sehingga minuman itu menjadi butiran air dan disebut mengembun.
5. Menyublim
Perubahan wujud benda padat ke gas disebut dengan menyublim. Biasanya, contoh penyubliman terjadi pada kapur barus di dalam lemari pakaian. Kapur barus tersebut lama kelamaan akan habis karena berubah menjadi gas yang menyebar ke udara.
6. Mengkristal
Perubahan wujud benda gas ke padat disebut mengkristal. Contohnya yaitu bunga es yang terdapat di dalam freezer atau salju.
C. Titik Leleh, Titik Beku dan Titik Didih
Tituk leleh adalah suhu pada saat suatu padatan berubah menjadi cairan.
Titik beku adalah suhu pada saat suatu cairan berubah menjadi padatan.
Titik leleh dan titik beku suatu zat adalah sama. Jadi titik leleh dan titik beku air adalah 0°C.
Titik didih adalah suhu ketika cairan mengalami proses mendidih, dilepaskan ke udara dalam bentuk gas.
Misalnya titik didih air adalah 100°C, artinya pada suhu pemanasan itu cairan mulai berubah menjadi gas, dan suhu akan berubah sampai semua cairan sudah menguap.
Tidak semua materi memiliki titik didih atau titik leleh yang sama dengan air. Setiap materi atau zat memiliki titik didih dan titik leleh masing-masing, yang dapat membedakannya dengan materi atau zat yang lain.
D. Perubahan Fisika dan Kimia
a. Perubahan Fisika
Perubahan fisika adalah bentuk perubahan pada zat suatu benda yang hanya dapat dilihat dan diamati dari tampilan fisiknya saja atau penampilan luar. Jadi perubahan fisika tidak mengubah komposisi kimianya dalam zat benda tersebut.
Perubahan fisika tidak sama sekali merubah materi atau membentuk zat yang jenisnya baru pada sebuah benda. Sifat perubahan fisika adalah dapat dilihat dan diamati perubahannya dari luar dan juga dapat kembali menjadi keadaan semula setelah zat tersebut berubah.
Contohnya :
Merebus air yang menyebabkan perubahan dari zat cair menjadi gas yang biasa kita kenal dengan istilah menguap. Saat Grameds merebus air ada komponen kimia air, yaitu H20 tetap sama saat direbus yakni H20 menjadi H2 dan O2.
Saat menyemprotkan pengharum ruangan terjadi perubahan dari zat cair menjadi gas yang tersebar ke udara.
Es batu yang dibiarkan di udara terbuka dengan suhu ruangan, maka lama- kelamaan es batu tersebut akan mencair dengan sendirinya
Melelehkan mentega yang memanfaatkan perubahan fisika dengan cara pencairan
Membakar lilin yang dapat membuatnya meleleh karena adanya energi panas yang membuat zat lilin menjadi cair.
Gambar perubahan fisikahttps://online.fliphtml5.com/misjn/whwg/
B. Perubahan Kimia
Perubahan kimia adalah salah satu perubahan yang terjadi pada bentuk dan ukuran zat yang kemudian menghasilkan zat baru. Perubahan materi ini menghasilkan jenis dan sifat materi yang berbeda atau baru dari zat semula dan kemudian disebut juga dengan istilah reaksi kimia atau reaksi. Reaksi kimia ini menimbulkan substansi atau komposisi penyusun zat yang berubah menjadi rumus kimia yang baru.
Contohnya :
Makanan atau buah-buahan yang membusuk akan terjadi jika dibiarkan terlalu lama di udara terbuka. Gejala perubahannya adalah perubahan tampilan seperti warna dan tekstur bendanya dan munculnya bau tidak sedap. Gejala tersebut menunjukkan terjadinya perubahan kimia karena menghasilkan zat baru.
Saat membuat karamel dari gula dengan cara memanaskan atau memegangnya merupakan bentuk perubahan kimia. Hal tersebut terjadi karena banyak molekul yang berubah tidak hanya fisiknya saja melainkan komposisi zat kimianya.
Saat menggoreng tempe dengan ditandai gejala perubahan pada warna tempe menjadi coklat. Itu artinya ada perubahan karena adanya ikatan-ikatan karbon pada bahan tempe tersebut.
Ada empat tanda-tanda terjadinya reaksi kimia, yaitu sebagai berikut:
Ada perubahan warna
Terbentuk gas
Terbentuk endapan
Ada perubahan energy
Perubahan pada kimia
Secara konsep IPA, konsep yang membedakan keadaaan partikel-partikel dalam hal kerapatannya dalam suatu materi disebut sebagai kerapatan atau massa jenis. Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Walaupun emas dan es sama sama zat padat, namun ternyata keduanya memiliki kerapatan partikel yang berbeda. Bahkan massa jenis setiap materi berbeda-beda, yang dapat dijadikan sebagai penanda suatu zat. Massa jenis suatu zat yang sama tetap sama, walaupun ukurannya berbeda.
Contoh Soal :
Tentukanlah massa jenis dari objek berikut ini, yang memiliki massa 120 g. Langkah pertama menyelesaikan soal ini adalah menghitung volume benda, sementara massa benda telah diketahui, yaitu 120 g.
Jawab :
Volume = panjang × lebar × tinggi
= 6 cm × 4 cm × 5 cm
= 120 cm3
Setelah mengetahui massa dan volume benda,
sekarang kalian dapat menentukan massa jenis.
Mengapung dan Tenggelam
Apabila kalian memasukkan batu ke dalam air pasti akan tenggelam kan? Bagaimana dengan kayu? Apakah pasti mengapung? Walaupun pada umumnya demikian, namun ternyata tidak semua batu akan tenggelam dalam air, demikian juga tidak semua jenis kayu akan mengapung dalam air. Benda yang memiliki massa jenis kurang dari massa jenis cairan di sekelilingnya akan mengapung, sebaliknya apabila benda tersebut massa jenisnya lebih tinggi dari mediumnya, maka benda akan tenggelam.
Dengan kata lain:
Balon helium bisa terbang lebih tinggi dan lebih lama berada di udara karena partikel-partikel dalam gas helium kurang rapat dibandingkan partikel-partikel udara. Lama kelamaan gas helium akan menguap ke udara dan digantikan oleh gas sehingga balon akan jatuh. Pada Bab III nanti kalian akan mengenal lebih jauh tentang balon udara dan cara kerjanya.
QUIZ
lakukan lah quiz berikut ini!!!
DAFTAR PUSTAKA
Widodo, W., dkk. (2014). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII Edisi Revisi. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
Winarsih, A., dkk. (2008). IPA Terpadu untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Bab 2 Zat dan Perubahannya. (2022). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP Kelas VII. SMP Negeri 3 Jakarta.
FLIPPINGBOOK
https://online.fliphtml5.com/misjn/whwg/
FLIPPINGBOOK https://online.fliphtml5.com/misjn/whwg/
-
KELOMPOK 6 Nayla Ashyfa 23231071 Yuri Ariani 23231095 Pendidikan IPA B 23 ZAT DAN PERUBAHANNYA A. Wujud Zat dan Model Partikel ...
-
FLIPPINGBOOK https://online.fliphtml5.com/misjn/whwg/


